bukan renungan
Memanusiakan diri sendiri, sebuah kata teraneh yang terpikir pada detik ini. Mengapa aneh karena bukankah sudah menjadi manusia tanpa harus dimanusiakan atau dilabeli apapun. Menjadi manusia atau memanusiakan diri memerlukan banyak proses, sebab tentunya ada banyak hal dan standar tersembunyi yang menjadikan seseorang atau bayi yang lahir tersebut bisa disebut manusia baik secara harafiah maupun dalam arti kata sebenarnya meski kata-kata manusia itupun katanya orang-orang sok pintar adalah buatan manusia sendiri juga.
Entah orang-orang sok pintar dan kadang tidak mau mengakui tuhan itu apak maksudnya, mungkin karena terlalu pintar, dan selalu berada dalam kungkungan kompetisi dan persaingan kepintaran dalam sistem persekolahan dewasa ini sehingga kadang sesuatu yang diatas dan diluar logikapun dianggap saingan sehingga harus dikalahkan, bahwa hanya mulut dan kepalanya sendiri saja yang terbenar, tercerdas dan terpintar. Serta karena persaingan adalah sudah menjadi nafasnya yang di implementasikan dalam banyak nama kompetensi dan standar tersebut, maka mungkin ketika kenyang pun piring di depannya adalah saingan atas hasrat laparnya.
Biarlah seperti itu toh tidak ada kewajiban dan keharusan untuk memikirkannya dan mereka bisa hidup dengan lebih makmur karena sudah ahli dalam segala persaingan yang menjadikannya sebagai mesin pencari uang dan mesin pemenang persaingan antar individu. Semoga saja hal seperti Bekasi Bersih Partisipasi Blogger bukanlah semacam ajang kompetisi nggegirisi. Namun adalah ajang Guyub Rukun Agawe Santoso pertemanan antar kawan yang seperti ketika ketemu blogger kelas berat di AB 2010.
Juga bukan sekedar not about us yang menjadikannya semua bisa berjalan seperti ini, terlalu banyak faktor dan waktu ribuan tahun yang mengubahnya menjadi berubah banyak warna dan lebih tak bertepi daripada it's my life. Semua memang semakin menjauh dari apa yang semestinya, dan tidak bisa tidak selain harus melawan, mengikuti bahkan kadang mendiamkannya saja.